Berita Hoax terkait Registrasi SIM kartu Prabayar

Berita Hoax terkait Registrasi SIM kartu Prabayar. Beberapa hari ini Masyarakat indonesia sedikit di bingungkan dengan berbagai berita (hoax) yang beredar terkait Registrasi ulang atau baru untuk sim card / kartu prabayar yang digunakan. Berita (hoax) tersebut banyak didapat melaui berbagai media sosial, dan kemungkinan berita tersebut disebar / dikirim oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk mencegah terjadinya informasi yang membingungkan masyarakat terkait berita hoax tersebut, situs INFORMASIKU ingin memberikan informasi terkait berita hoax yang sedang beredar tersebut.

Berita Hoax terkait Registrasi SIM kartu Prabayar


Tulisan atau berita ini kami kutip dari website : UNPI CIANJUR - Berita

UNPI-CIANJUR.AC.ID - Pelaksanaan registrasi ulang kartu SIM diwarnai berbagai hoax. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai berita-berita bohong (hoax) yang beredar terkait registrasi kartu SIM prabayar

Ahmad Ramli sebagai Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo, pada konferensi pers di Kemkominfo, Jakarta, Rabu (2/11), mengatakan, "Jadi yang beredar di masyarakat itu ada tiga hoax.

Satu mengenai tidak wajib registrasi kartu SIM. Kedua adalah bahwa pendaftaran kartu SIM terakhir adalah pada 31 Oktober, yang ketiga adalah hoax bahwa operator akan menyalahgunakan data dari pelanggan. Mohon tidak dipercayai."

Terkait hoax tidak wajibnya registrasi, Ramli menegaskan bahwa pemerintah mewajibkan registrasi ulang. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan semua masyarakat.

Kemkominfo juga kembali mengingatkan bahwa tenggat waktu pendaftaran bisa dilakukan hingga 28 Februari 2018. Registrasi bisa dilakukan melalui pesan SMS, situs web operator, juga lewat gerai. Kominfo juga menegaskan bahwa pendaftaran lewat SMS gratis, tak akan mengurangi saldo pengguna. Jika terlambat, kartu mereka akan diblokir bertahap.

Soal hoax yang menyebut bahwa data pelanggan akan disalahgunakan operator, Ramli menegaskan bahwa operator memiliki kewajiban untuk menjamin perlindungan data pelanggan sesuai ISO 27001. Bahkan tak hanya operator, bank dan pihak pemegang data konsumen yang memiliki standar ini juga diwajibkan menjaga data.

 baca juga :
 - Cara Daftar dan Registrasi ulang kartu Prabayar
 - Sanksi bagi pengguna kartu yang tidak registrasi ulang







Kominfo juga mengelak bahwa operator memiliki akses lebih jauh di database Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ramli mengatakan operator hanya bisa melakukan validasi semata. Hal ini juga telah diungkap sebelumnya oleh Kementerian Dalam Negeri. 

Ramli menerangkan, "Operator dan/atau gerai sebagai mitra menjamin perlindungan data pelanggan sesuai ISO 27001… operator telekomunikasi hanya memiliki akses (dari Ditjen Dukcapil) untuk memvalidasi saja tapi tidak lebih dalam lagi."

ISO 27001 adalah sertifikasi standar internasional yang diberikan untuk industri. Jika industri ingin mendapatkan sertifikasi ini, maka harus mengikuti standar yang salah satunya wajib mengamankan data pelanggan.

Hal itu dikonfimasi oleh Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia yang juga hadir pada kesempatan yang sama. Dia mengatakan bahwa seluruh operator di Indonesia memiliki standar tersebut.

Merza menambahkan, "Kita sebagai operator kita udah diwajibkan untuk mengikuti standar ISO 27001 bahwa standar keamanan harus dilakukan."

Demikian penjelasan untuk menanggapi Berita Hoax terkait Registrasi SIM kartu Prabayar, Semoga bermanfaat.

reference source :
https://www.unpi-cianjur.ac.id/berita-4410-hoax-soal-registrasi-sim-yang-bingungkan-masyarakat

photo source :
 http://tekno.liputan6.com

tags :
  | |

Share This Post :

Previous
Next Post »

1 komentar untuk Artikel ini:

Write komentar untuk Artikel ini
Saturday, 2 December 2017 at 03:57:00 GMT-8 delete

Bener berita Hoax sudah menyebar, banyak temen saya juga yang enggan tuk registrasi ulang karena takut disalah gunakan

Reply
avatar